Hadirnya IndoTrading.com yang mengusung konsep business to business diharapkan menjadi solusi untuk menjembatani para pelaku UKM dan pembeli, baik lokal maupun internasional.
Hingga kini, Indonesia telah memiliki sekitar 55,2 juta unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jumlah ini diperkirakan akan terus naik hingga mencapai sekitar 58 juta pada 2014. Namun disayangkan, penaikan jumlah UKM tersebut tidak diikuti dengan peningkatan penjualan produk-produknya, terutama untuk pasar di luar negeri.
“Bidang usaha di Indonesia memang didominasi oleh UKM. Dan jumlah tersebut akan terus meningkat, ada usaha mikro yang naik ke kecil, dan usaha kecil yang naik ke menengah. Tapi sayang, banyak pelaku UKM yang belum paham teknologi,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan, belum lama ini.
Menurut dia, kelemahan koperasi dan UKM Indonesia saat ini adalah pemahaman terhadap teknologi. Padahal, pengetahuan akan teknologi akan dapat pula meningkatkan produktivitas UKM, terutama terhadap penjualannya.
“Jika pelaku UKM dapat memahami dan menguasai teknologi informasi, maka produk-produknya tentu dapat dengan mudah dipasarkan, baik di pasar domestik, maupun luar negeri. Tak hanya itu, melalui penerapan teknologi tersebut, dapat pula menekan pengeluaran dan biaya lainnya,” urainya.
Menjawab hal tersebut, media online juga punya peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatan produktivitas UKM. Hadirnya media online diyakni sangat efektif membantu pemasaran produk-produk UKM, karena dengan media tersebut, berbagai produk UKM dapat dengan mudah diperkenalkan dan dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan ke luar negeri, dalam waktu singkat.
Seperti dituturkan CEO IndoTrading.com, Handy Chang. Kata dia, di Indonesia belum banyak portal perdagangan yang konsen membantu memasarkan produk-produk UKM.
“Memang, ada perusahaan atau pelaku usaha yang sudah memiliki website sendiri. Namunwebsite tersebut tidak di-maintenance dengan baik. Pelaku usaha masih terlalu sibuk mengurusi perkembangan perusahaannya,” kata Handy.
“Website tidak sekadar ada, tapi perlu di-update, dan dikelola dengan rutin, agar dikenal oleh lebih banyak orang. Kita tahu, kan banyak sekali website di dunia ini,” tegasnya.
Untuk itu, sambung Handy, hadirnya portal www.indotrading.com, diharapkan menjadi salah satu solusi untuk membantu para pelaku usaha guna memasarkan produk-produknya.
“IndoTrading.com memang dihadirkan dengan visi dan tujuan yang mulia, menjadi jembatan antara pelaku UKM dan pembeli, baik lokal maupun internasional,” kata Handy.
Portal perdagangan IndoTrading.com hadir dengan dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris, yang dilengkapi dengan sistem terjemahan otomatis dari Indonesia ke Inggris. Dengan demikian, sehingga pemilik UKM tidak akan kesulitan dalam memasukkan produk maupun company profilenya, meskipun tidak mengerti Bahasa Inggris.
“IndoTrading.com hadir dengan mengusung konsep business to business (B to B). Hanya Pemilik Perusahaan yang bisa memasukkan produknya sehingga individu atau perorangan tidak diizinkan untuk memasukkan produknya disini. Tujuannya yaitu untuk mengurangi penipuan dan kenyamanan dalam bertransaksi,” pungkasnya.